Calendar

Calendar Widget by CalendarLabs

Clock

Selasa, 14 November 2017

Terimakasih :')

Sudah satu tahun lebih status itu hilang dari antara kita berdua 
Tapi rasanya masih sama 
Sakitnya pun sama 
Tak tau harus berbuat apa 
Aku hanya bisa mengucapkan terimakasih. 

Terimakasih.....
Karna mu aku merasakan yang namanya jatuh cinta 
Karna mu aku merasakan indahnya kupu-kupu menari di dada ku 
Karna mu aku merasakan indahnya malam minggu 
Tapi......

Terimakasih juga.... 
Karna mu aku merasakan yang namanya patah hati 
Karna mu aku merasakan sakitnya di khianati 
Karna mu aku merasakan derita teman-teman ku saat mencoba untuk move on 
Karna mu aku merasakan sulitnya membuka hati untuk perlahan-lahan menerima orang lain.
dan karna mu juga aku bisa merasakan gagal move on. 

Selasa, 31 Oktober 2017

Hanya Sekedar Tulisan

Deg-deg an
Satu perasaan yang selalu ku rasakan setiap kali ku mendenger nama mu
Satu perasaan yang selalu ku rasakan setiap kali ku melihat mu dari kejauhan
Satu perasaan yang terlintas di dalam hati ku setiap kali ku bertegur sapa dengan mu
Menagapa perasaan ini semakin hari semakin bertambah ?
Apakah engkau juga merasakan hal yang sama ?

Rona merah di pipi ku tidak dapat ku hindari setiap kali kau menyapa ku dengan senyum manis mu
Entah mengapa hati ini selalu berlari cepat setiap kali kau mengajak ku berbicara
Terkadang mulut ini tidak dapat mengeluarkan satu katapun saat ku harus membalas sapaan mu dan berujung dengan aku hanya melambaikan tangan ku.

Seluruh badan ku merasakan  hawa panas karena rasa senang berlebihan yang kau timbulkan di dalam diriku setiap kali kau mengirimkan ku pesan
Hatiku selalu deg-degan menunggu jawaban pesan darimu apakah kau membalas pesan ku atau tidak. Setiap kali kau membalas pesanku, aku membutuhkan waktu untuk memikirkan apakah balasan yang tepat untuk membalas pesanmu karena aku takut salah membalas dan kau akan menganggap ku aneh atau mungkin perempuan yang tidak jelas.
Apakah engkau juga merasakan hal yang sama ?

Untuk kamu yang disana, tetaplah seperti ini. jangan pernah berubah
tetaplah menjadi penyemangat ku di setiap pagi ku
tetaplah menjadi penghibur di kala sedih ku
tetaplah menjadi mimpi indah dalam tidurku
Aku menyayangimu.

Jumat, 27 Oktober 2017

Psikologi ? Amin

Dari TK bahkan sampe SMA pasti kalian sering ditanya "apa sih cita-cita kamu?" 
dan dari TK sampe SMA juga pasti jawaban kalian beda-beda. 
Mungkin pas TK kalian menjawab pertanyaan itu dengan jawaban pilot 
Pas SD kalian menjawab pertanyaan itu dengan jawaban dokter
Pas SMP kalian menjawab dengan jawaban artis 
dan mungkin kalian baru merasa yakin dengan jawaban kalian untuk pertanyaan itu pada saat kalian memasuki gerbang SMA. 

Gua pribadi selama ini selalu bingung kalo ditanya apa cita-cita gua. 
awalnya gua bercita-cita jadi dokter, pernah juga bercita-cita jadi chef dan cita-cita gua yang terakhir itu menjadi seorang psikolog yang sampe sekarang gua patenin di dalam diri gua supaya gua bisa jadi seorang psikolog yang baik dan bisa membantu banyak orang. 
Sejak kelas 10 ada kegiatan motivasi di sekolah yang lumayan memotivasi dan membantu gua untuk mencapai cita-cita gua. 
Dari kegiatan motivasi ini gua diajarkan untuk membuat target / mimpi / cita-cita yang mau gua capai. 
Mimpi dan cita- cita gua yang pertama itu bisa masuk ke universitas impian gua yaitu Universitas Indonesia dengan ketrima di jurusan psikologi. 
Kalau gua berhasil masuk ke Universitas Indonesia dengan ketrima di jurusan psikologi maka gua akan menlajutkan tujuan gua untuk lulus dari Universitas Indonesia jurusan psikologi dan menlanjutkan sekolah ke jenjang S2. 

Untuk temen-temen seperjuangan gua 
semoga kalian bisa mencapai tujuan dan cita-cita kalian 
semnagt teman-teman 
perjuangan kita tinggal beberapa bulan lagi 

Sabtu, 14 Oktober 2017

P E R I H

Sakit hati ? iya
Sedih ? pasti
Kecewa ? banget
Mau marah ? ga bisa

sekarang aku hanya bisa memandang mu dari kejauhan
aku cuman bisa membaca ulang dan merindukan hari-hari dimana kita bisa saling bercerita tentang kegiatan kita masing-masing setiap harinya.
ga bisa sebebas dulu untuk ngajak ngobrol atau bahkan sekedar menyapa
ga ada lagi nama itu yang selalu muncul di notifications line
ga ada lagi telfon malam sampai pagi yang kadang-kadang menghibur malam ku yang membosankan

sekarang kita berdua ada di jalan kita masing-masing
entah apakah kita akan kembali berjalan bersama di jalan yang sama
atau kita akan selamanya ada di jalan kita masing-masing, kamu bersama teman barumu dan aku bersama teman baruku.
sampai detik ini, setiap harinya masih ada harapan diantara hati kecilku untuk kembali berada di jalan yang sama dan berjalan berdua bersama mu.
namun melihat bagaimana kondisi kita berdua sekarang ini, rasanya sedikit sekali kemungkinannya untuk harapan ku ini bisa terpenuhi.
setiap hari nya aku berdoa agar harapanku bisa terpenuhi setidaknya kita berdua kembali akrab seperti dulu tanpa harus berada di jalan yang sama

setiap malam sebelum tidurku, sering kali aku bertanya tanya pernahkah engkau memikirkan ku disini, seorang diri dengan perasaan sakit hati yang begitu besar yang kau lukiskan di hati ini? apakah engkau juga merindukan hari-hari dimana kita berjalan bersama dan banyak menghabiskan waktu bersama? apakah engkau juga merindukan waktu-waktu tengah malam yang kadang kita gunakan untuk sekedar menanyakan kabar dan bertukar cerita, keluh kesah mengenai beban yang selama ini mengganggu pikiran kita masing-masing?
aku harap engkau juga merindukan setiap moment disaat kita bersama seperti yang setiap malam aku rasakan

untuk kamu yang disana, semoga sukses dengan karir mu kedepannya. aku sangat tau bagaimana usahamu untuk membahagiakan dan membanggakan kedua orang tua mu terutama ayahmu. semoga usaha yang kamu lakukan selama ini tidak sia sia dan membuahkan hasil sesuai harapan mu aku disini hanya bisa membantuk mendoakan yang terbaik untukmu




Selasa, 03 Oktober 2017

Materi apa sih ini ?!

Sebagai salah satu pelajar di Indonesia, gua salah satu pelajar yang sering merasa iri sama temen-temen gua di luar negri yang sekolah cuman beberapa jam dalam sehari dan cuman ambil kelas di matapelajaran yang mereka minati.
Sedangkan gua disini harus, wajib, dipaksa belajar tujuh jam ( di sekolah ) bahkan kadang sembilan jam di sekolah dari 24 jam waktu gua dalam satu hari dan dipaksa menerima semua materi-materi dari pelajaran yang gua gasuka seperti akuntansi dan seni. 
Jujur aja gua itu amat sangat tidak suka akuntansi dari dulu gua masuk kelas sepuluh sampai sekarang gua di kelas dua belas ini. bener-bener bukan bidang gua deh dan gua butuh tenaga ekstra untuk bisa lolos di setiap ulangan akuntansi gua. 
Gua pribadi gatau kenapa gua bisa segapaham itu sama akuntansi entah karena gua nya yang terlalu bodoh, atau karena gua malas atau karena memang materinya susah atau karena gurunya yang kurang pandai menyampaikan materi atau apa. entahlah. gua pun gatau kenapa bisa begitu. 

Sebenernya untuk beberapa kali ulangan akuntansi gua masih bisa lah lumayan gitu tapi masuk ke kelas 12 ini bener-bener dari awal materi akuntansi sampe detik ini gua gabisa paham sama sekali. sampe ulangan terakhir tentang penyusutan itu gua gatau mau nulis apa gua mengarang indah di kertas jawaban ulangan gua udah kayak ngerjain soal ulangan bahasa indonesia aja. 
Mungkin guru akuntansi gua dari dulu sampe sekarang cape kali ya setiap bagiin hasil ulangan pasti ada nama gua di daftar remediasi haha. ya at least i try to do my best lah daripada kertas ulangan gua kosong kan.

Ada satu pelajaran lagi yang sangat sangat sangat gua hindari yaitu seni!
Dulu sih waktu kelas 10 dan 11 materi seni nya banyak ada motif, perspektif, nirmana dll tapi di kelas 12 ini cuman ada perspektif dan motif. nah gua cuman bisa ngikutin yang motif karena gua sama sekali gabisa ngejain perspektif. logika gua gajalan gitu loh buat ngebayangin bentuk0bentuk bangunan yang ada di kertas soal perspektif. entah salah garis lah, salah titik lah, dp nya kurang elegan lah pokoknya ada aja lah yang di comment-in sama guru gua tentang perspektif yang gua bikin itu. sekali ngerjain tugas perspektif biasanya gua harus mengulang antara tiga atau empat kali ngerjain.




Selain seni dan akuntansi ga ada sih pelajaran yang bener-bener ga bisa gua ikutin dari awal paling hanya beberapa materi yang gua ga bisa pahamin dan akhirnya nilai ulangan gua antara mepet kkm atau mungkin remedial hahaha. Kejadian ini gua alamin di pelajaran matematika pada materi integral. asli deh susah banget buat ngertiin integral. mendingan ngerjain turunan atau matriks daripada belajar integral.




Gua yakin di semester dua nanti akan ada banyak pelajaran yang menjejalkan semua materi-materinya untuk bahas ujian sekolah, try out, dan ujian nasional berbasis komputer. semoga fisik dan mental gua masih bisa menampung semuanya dan ga tumbang di tengah jalan.

Sabtu, 23 September 2017

Curahan Hati Seorang Anak Kelas 12 Penjara Hijau

Sekolah.....

Satu kata yang selalu gua hindari selama beberapa bulan ini.
Satu kata yang selalu bikin mood gua berantakan setiap kali denger kata ini.
Satu kata yang bikin gua selalu ga bisa tidur karena mikirin tugas dan ulangan yang selalu ada setiap gua dateng ke sekolah.
Sering kali gua bertanya untuk apa gua mempelajari materi ini, materi itu, dan masih banyak materi lain yang bikin gua sakit kepala.
Sering kali juga gua bertanya-tanya untuk apa gua belajar semua materi yang dikasih di sekolah padahal pada akhirnya hanya beberapa materi aja yang akan berkontribusi dalam membangun kehidupan kita kedepannya.

Selama 12 tahun gua sekolah, banyak tekanan yang muncul. Terutama setiap akhir dari jenjang pendidikan yang gua jalanin. 
Saat kelas 6 sd gua bergelut sama yang namanya ujian praktek terutama seni menggambar. 
Saat kelas 3 SMP ( kls 9 ) gua bergelut sama yang namanya karya tulis yang membahas buku-buku sastra bahasa indonesia dan praktikum fisika. 
Sekarang saat kelas 3 SMA ( kelas 12 ) lagi-lagi gua harus bergelut sama yang namanya paper, ujian praktek, try out, unbk dll 
Orang-orang bilang masa SMA adalah masa-masa paling indah dan menyenangkan. Haha tidak bagi gua.

Sekolah banyak berharap ... sebenernya lebih banyak menuntut murid-muridnya untuk menjadi yang terbaik. 
Sebenernya ini ga akan menjadi masalah kalo sekolah mengatur jadwal ulangan dan memberikan tugas-tugas dengan deadline yang lebih "manusiawi".
Dengan semua tugas dan ulangan yang ada + dengan bimbel atau kegiatan di luar sekolah (pasti ada) karena kita hidup bukan cuman buat sekolah tpi buat bersosialisasi dengan orang lain dengan ikut kegiatan di lingkungan, les musik, dl, bagaimana mau memberikan yang terbaik kalau tenaga yang kita miliki tidak maksimal ( kurang tidur ).
Gua juga sering bertanya-tanya pernah ga ya guru-guru itu mikirin gimana cape nya kita,dan mikirin seberapa pentingnya waktu "me time" buat kita? 
Orang kerja aja kalo udah stress pasti akan ambil waktu buat cuti dan pake hari itu untuk refreshing, menghibur diri sendiri dan menarik diri dari kesibukannya sehari-hari. 
apa kabarnya kita anak-anak kelas 12 ini? sekolah dari senin sampe sabtu. cuman punya waktu hari sabtu buat refreshing itu pun kadang-kadang masih harus nyicil tugas buat senin karena kalo semuanya dikerjain di hari minggu ga akan keburu. Hari minggu yang dulunya ( sd dan mungkin sampe smp) masih bisa santai-santai jalan sama keluarga tapi sekarang mana bisa. ulangan dan tugas di hari senin udah memaksa dan manggil kita untuk sibuk sama dunia kita dan buku-buku pelajaran kita. Disaat berkeluh kesah sama guru, malah disuruh nyicil. Gimana mau nyicil kalo hari-hari sebelumnya juga padat. 
Kita cuman punya waktu 24 jam dalam satu hari dan sebagian besar waktu itu udah diabisin di sekolah untuk belajar, belajar, belajar dan belajar. Pulang kerumah dengan sisa waktu yang ada kita harus ngerjain tugas untuk besoknya yang ga gampang dan sedikit. gimana mau nyicil buat dua atau tiga hari kedepannya? 
Belom lagi kalau ada yang ambil bimbel untuk PTN. 
Mau bilang "itu resiko kamu karena itu kemauan kamu" ? 
Ambil bimbel untuk PTN kan merupakan salah satu usaha kita untuk menata masa depan kita yang lebih baik. memang pasti resikonya lebih cape tapi bisakah guru-guru ini lebih manusiawi atau setidaknya sedikit aja  "mengasihani" kita murid-muridnya yang sedang berjuang demi masa depan kami masing-masing? 
Tapi yang masih menjadi pertanyaan buat gua pribadi, buat apa kita mempelajari sesuatu yang nantinya ga akan berguna di hidup kita dan hanya membebani hidup gua terutama sekarang ini? 









Jumat, 15 September 2017

Pahlawan tanpa tanda jasa

Selain orang tua, pasti orang yang sering lu temuin itu guru dan temen-temen sekolah lu.
karena gua udah bahas tentang temen gua jadi sekarang gua mau bahas tentang guru gua. 
kalian di sekolah pasti punya guru favorit kan. nah gua juga punya nih. 
Yang jadi guru favorit gua adalah guru olahraga gua namanya Pak Ipung dan Ibu Rochambar. Mereka itu guru olahraga yang sangat baik dan pengertian. ya meskipun materi olahraga di SMA ga segampang pas masa SMP tapi sama mereka nilai gua ga pernah jelek. 
Gua diajar sama Pak Ipung itu pas kelas 10 dan kelas 11. 
Ada pengalaman yang selalu gua inget pas diajar sama Pak Ipung, Jadi gua dari dulu sampe SMA kalo olahraga itu ga pernah yang namaya jatoh dan berdarah dan pas pertama kali kelas 10 perkenalan pelajaran olahraga sama pak ipung itu kelas gua diajak main kucing tempel dan disaat itu juga pertama kalinya gua jatoh pas olahraga dan berdarah. 

Naik ke kelas 11 kan gua diajar lagi sama Pak Ipung. Nah ada materi olahraga yang namanya lompat kangkang dan itu pertama kalinya gua belajar yang namanya lompat kangkang. Gua takut untuk nyoba kan jadi akhirnya gua ga nyoba tapi karena kata Pak Ipung semua anak harus nyoba dan itu bahan buat ambil nilai akhirnya gua nyoba juga deh. karena gua takut dan ragu-ragu akhirnya gua berhasil ngelewatin balok itu TAPI dengan keadaan dimana gua jatoh dan nyungsep dengan kepala jatoh duluan. alhasil kepala gua rasanya pusing, agak panas dibagian leher, dan ga bsa dipake buat nengok ke kanan. Karena ada kejadian itu akhirnya gua ke dokter dan di cek. ternyata leher gua jadi tegang gitu dan dokter mengharuskan gua untuk di fisioterapi sebanyak 5x. 
Ya jadi selama gua belajar olahraga sama Pak Ipung ada aja moment-moment yang bikin gua ketawa sendiri kalo inget-inget kejadian itu lagi. 

Nah di kelas 12 ini, guru olahraga gua berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ajaran kelas 12 ini gua diajar sama Bu Rochambar. 
Bu Roch ngajar olahraga juga asik kok tapi gua belom ada pengalaman yang berkesan sama beliau. Tapi yang bikin gua seneng itu, beliau kalo ngasih nilai poster itu baik banget. tugas poster gua sangat simple bahkan banyak yang lebih bagus tapi beliau tetep kasih gua nilai 88 buat nilai poster gua. 

Ini foto Pak Ipung ( yang kiri )